Evaluasi Olahraga: Pelaporan evaluasi

Pelaporan Evaluasi

A. Rasional

Evaluasi merupakan kegiatan yang harus dikuasai oleh seorang guru, sebab jika terdapat kekeliruan melakukan evaluasi akan merugikan siswa yang dievaluasi. Maksudnya jika terjadi kesalahan dalam mengevaluasi, bisa terjadi siswa yang seharusnya lulus menjadi tidak lulus, atau sebaliknya, artinya akan terjadi kesalahan dalam penilaian terhadap siswa. Pada akhir proses evaluasi tentu ada suatu laporan. Laporan ini disebut pelaporan evaluasi yang memuat hasil nyata proses evaluasi. Sehingga perlu diperhatikan bahwa laporan ini sangat bermakna. Laporan ini akan memberikan bukti sejauh mana tujuan pendidikan yang diharapkan oleh guru, dan anggota masyarakat khususnya orang tua peserta didik dapat tercapai. Mengingat betapa pentingnya pelaporan evaluasi, maka untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada bahasan berikut ini.

B. Pembahasan

Defenisi, Tujuan dan Pelaporan

Pelaporan merupakan salah satu tahapan evaluasi yang amat penting. Pelaporan ini dibuat dan diberikan kepada siswa, orang tua siswa dan pihak sakolah. Pelaporan merupakan salah satu bukti diselenggarakannya evaluasi yang selanjutnya dipakai sebagai umpan balik yang sangat berguna. Pelaporan evaluasi dapat didefenisikan sebagai laporan akhir dari suatu proses kegiatan (dalam hal ini adalah pembelajaran peserta didik), yang mana kegiatan tersebut telah menjalani proses evaluasi. Tujuan pelaporan evaluasi adalah untuk mengetahui sejauh mana perkembangan, peningkatan, dan pencapaian kegiatan belajar peserta didik. Beberapa bentuk-bentuk pelaporan yang sering kita jumpai di sekolah-sekolah dapat diklasifikasikan ke dalam:

1. Isi Laporan Isi laporan dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori, yaitu memuat:

• Nilai

• Data

• Data dan saran

• Nilai, data, dan saran

Sedangkan beberapa bentuk nilai yang biasanya diberikan oleh para guru penjas antara lain adalah:

• Dalam bentuk angka, misalnya: merentang dari 1 hingga 10

• Dalam bentuk huruf, misalnya: merentang dari A, B, C, D, dan E atau G

• Dalam bentuk kata

• Dalam bentuk prosentasi

• Dalam bentuk dua kelas dikotomi, misalnya: berhasil dan gagal. Dilihat dari sisi format laporan, paling tidak ada tiga format yang sering digunakan, yaitu format laporan tradisional, format kartu fortofolio, dan format gabungan atau modifikasi.

Kedua format terakhir biasanya berisikan data perkembangan kemajuan belajar siswa berikut saran-sarannya bagi orang tua siswa. Sementara itu format laporan tradisonal biasanya terbatas hanya pada melaporkan nilai saja. Format ini merupakan format tradisional yang sering kita jumpai di sekolah-sekolah dasar negeri di Indonesia.

2. Manfaat Laporan

Secara sistematis dapat dikemukakan bahwa laporan tentang siswa bermanfaat bagi beberapa pihak yaitu sebagai berikut:

1) Siswa sendiri

Bagi siswa, laporan kemajuan atau laporan prestasi akan sangat bermanfaat karena :

• Secara alamiah setiap orang selalu ingin tau akibat dari apa yang telah mereka lakukan, apakah hasil itu menggembirakan atau mengecewakan. Menurut Gestalt (Arikunto, 2009: 282) menyatakan “perbuatan-hasil” merupakan satu keseluruhan yang tidak terpisahkan. Dengan demikian, jika ada perbuatan tetapi belum ada hasil berarti kesatuan itu belum selesai dan manusia selalu menuntut keutuhannya.

• Dengan mengetahui hasil yang positif dari perbuatannya, maka pengetahuan yang diperoleh akan dikuatkan.

• Dengan mendapat informasi bahwa jawabannya salah, maka lain kali siswa tersebut tidak akan menjawab seperti itu lagi.

2) Guru yang mengajar

Seperti halnya siswa yang ingin tau akan hasil usahanya, guru-guru yang mengajar siswa pun pasti juga ingin tau hasil usaha yang telah dilakukannya terhadap siswa. Dengan melihat catatan laporan kemajuan, maka guru akan merasa tenang mengamati hasil tersebut. Daftar nilai yang disimpan oleh guru masih merupakan catatan sementara, dan masih bersifat rahasia. Tetapi laporan kemajuan siswa yang berupa raport atau STTB (Surat Tanda Tamat Belajar) sudah merupakan laporan resmi yang bersifat tetap dan terbuka. Oleh karena laporan itu merupakan titik tolak bagi guru untuk menentukan langkah selanjutnya, maka laporan itu dibuat sejujur dan setepat mungkin. Amat disayangkan bahwa apa yang dicantumkan dibuku rapor kadang-kadang sudah tidak murni merupakan cermin siswa lagi karena sudah dibumbui oleh kebijaksanaan-kebijaksanaan.

3) Guru lain Yang dimaksud dengan guru lain di sini adalah guru yang akan mengggantikan guru yang mengajar terdahulu karena siswa tersebut sudah naik kelas atau adanya perpindahan baik siswa yang pindah atau guru yang pindah dari tempat lain. Apabila tidak ada catatan atau laporan mengenai siswa, maka guru yang mengganti dan mengajar akan tidak tau bagaimana memperlakukan siswa tersebut.

4) Petugas lain di sekolah Siswa yang berada di suat sekolah, sebenarnya bukan hanya merupakan asuhan atau tanggung jawab guru yang mengajar saja. Kepala Sekolah, Wali Kelas dan Guru Pembimbing, ketiganya merupakan personal-personal penting yang juga memerlukan catatan tentang siswa. Dengan demikian maka hasil belajar siswa akan diperhatikan dan dipikirkan oleh beberapa pihak.

5) Orang tua Secara alamiah orang tua mempunyai tanggung jawab utama terhadap pendidikan anak. Akan tetapi karena berkembangnya pengetahuan secara pesat, meyebabkan orang tua kurang mampu menguasai seluruh ilmu yang ada. Ditambah juga dengan kesibukan orang tua mencari nafkah, maka tugas mendidik sebagian dilimpahkan kepada sekolah. Dengan menyerahkan ke sekolah bukan berarti orang tua dapat lepas pemikiran dan menyerahkan tanggungjawabnya kepada guru. Orang tua masih tetap merupakan penanggung jawab utama, dan masih pula menentukan cita-cita bagi anaknya. Itulah sebabnya maka orang tua masih ingin selalu mengetahui kemajuan anaknya dari hari ke hari, yang dapat dilihat melalui laporan yang diberikan oleh guru.

6) Pemakai lulusan Setiap siswa yang sudah lulus dari pendidikan, selalu membawa bukti bahwa ia telah memiliki suatu pengetahuan dan keterampilan tertentu. Namun pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari suatu sekolah, tidaklah sama bagi semua siswa. Ada siswa yang sangat berhasil, berhasil atau agak berhasil. Tingkat keberhasilan ini dinyatakan secara lengkap dalam laporan prestasi. Catatan tentang diri lulusan akan berguna baginya apabila:

1. Mencari pekerjaan Dengan gambaran yang tercantum dalam laporan, maka lapangan kerja akan mengetahui sesuai atau tidaknya bekal pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh lulusan dengan tuntutan bagi pekerjaan/tugas yang akan diembannya.

2. Mencari kelanjutan studi Seperti halnya lapangan kerja, lembaga pendidikan yang merupakan kelanjutan dari lembaga di mana siswa belajar, juga menginginkan adanya catatan yang menggambarkan keadaan atau keberhasilan siswa selama menuntut ilmu. Catatan ini akan berguna untuk:

(1) Memupuk apa yang sudah berhasil di lembaga sebelumnya

(2) Mengatasi masalah yang ada, baik yang sudah dicoba untuk diatasi maupun yang belum.

3. Cara Membuat Laporan Pada dasarnya, catatan/laporan tentang diri siswa ini diusahakan selengkap mungkin agar dapat diperoleh informasi yang selengkapnya pula. Akan tetapi kita sadari bahwa membuat catatan yang lengkap setiap saat, merupakan tugas yang berat dan meminta banyak waktu. Oleh karena itu, pembuatan catatan/laporan ini kadang-kadang lalu disingkat, hanya disesuaikan dengan kondisi yang mendesak. Secara garis besar catatan/pelaporan evaluasi tentang siswa, dapat dibuat dengan dua macam cara, yakni sebagai berikut:

(1) Catatan lengkap

Catatan lengkap adalah catatan tentang siswa yang berisi baik prestasi maupun aspek-aspek pribadi yang lain, misalnya kejujuran, kebersihan, kerajinan, sikap social, kebiasaan bekerja, kepercayaan terhadap diri sendiri, disiplin, ketelitian dan sebagainya. Tentang isi catatannya ada yang dinyatakan dengan singkat seperti “Baik”, “Sedang”, “Kurang”, atau dengan keterangan yang lebih terperinci.

(2) Catatan tidak lengkap adalah catatan tentang siswa yang hanya berisi gambaran tentang prestasi siswa, dan hanya sedikit saja menyinggung tentang kepribadian. Tentang prestasi belajar siswa itu sendiri dapat dibedakan atas 2 cara:

• Dengan pernyataan lulus-belum lulus Penilaian atas prestasi belajar dalam system pengajaran yang menganut prinsip belajar tuntas didasarkan atas sudah berhasil atau belumnya seorang siswa dalam mencapai tujuan. Dalam hal ini bahan pelajaran dibagi atas unit-unit kecil yang masing-masing unit sudah disertai dengan tujuan yang sudah dirumuskan secara terperinci. Apabila seorang siswa telah mencapai tujuan (paling sedikit 75% tujuan), maka pada unit tersebut diberi tanda (misalnya tanda silang), untuk membedakannya dari unit yang belum diselesaikan. Dengan demikian maka akan tergambar banyak sedikitnya unit yang telah diselesaikan per bidang studi. Gambaran inilah yang disebut profil keberhasilan siswa.

• Dengan nilai siswa Pencatatan dengan nilai dilakukan apabila seluruh siswa dalam suatu kelompok berjalan bersama-sama secara klasikal. Dengan demikian maka prinsip belajar tuntas sangat sukar dilaksanakan dan pencatatan nilai didasarkan atas nilai-nilai ulangan yang telah diikuti.

C. Karakteristik Tes

Agar pelaporan evaluasi itu berhasil dan teruji kebenarannya, maka saat proses evaluasi dilakukan harus sesuai dengan kaidah-kaidah yang telah ditetapkan. Dan tes yang mana sebagai alat ukur dalam evaluasi harus memiliki karakteristik agar dapat dipercaya, diyakini penggunaan dan hasilnya. Karakteristik itu pada bab-bab sebelumnya telah dibahas, antaralain:

• Kehandalan (reliable) Apabila suatu tes diberikan kepada suatu kelompok sampel dan kemudian tes itu diberikan kembali pada waktu yang berlainan pada kelompok lain, jika hasil pertama dan kedua tetap, maka itu dikatakan reliable.

• Objektivitas Identik dengan kejujuran.

• Validity (ketepatan)

• Norma Suatu norma adalah suatu standard, di mana suatu skor yang diperoleh dapat dibandingkan dengan norma tes tersebut sehingga diketahui kedudukan skor yang diperoleh.

D. Kegiatan Pelaporan

Ada dua wadah untuk menyampaikan laporan evaluasi terhadap hasil belajar siswa, yakni:

1. Pertemuan dengan orang tua peserta didik.

2. Buku laporan kemajuan atau buku rapor.

E. Penutup

Pada akhir proses evaluasi tentu ada suatu laporan. Laporan ini disebut pelaporan evaluasi, yang memuat hasil nyata dari belajar siswa yang telah menjalani proses evaluasi. Laporan ini akan memberikan bukti sejauh mana tujuan pendidikan yang diharapkan oleh guru, aparat sekolah, dan anggota masyarakat khususnya orang tua peserta didik dapat tercapai. Pelaporan evaluasi sangatlah penting. Pelaporan ini dibuat dan diberikan kepada siswa, orang tua siswa dan pihak sakolah. Pelaporan merupakan salah satu bukti diselenggarakannya evaluasi yang selanjutnya dipakai sebagai umpan balik yang sangat berguna. Pelaporan evaluasi dapat didefenisikan sebagai laporan akhir dari suatu proses kegiatan (dalam hal ini adalah pembelajaran peserta didik). Tujuan pelaporan evaluasi adalah untuk mengetahui sejauh mana perkembangan, peningkatan, dan pencapaian kegiatan belajar peserta didik. Isi laporan dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori, yaitu memuat: 1) nilai, 2) data, 3) data dan saran, 4) nilai, data, dan saran. Dilihat dari sisi format laporan, paling tidak ada tiga format yang sering digunakan, yaitu format laporan tradisional, format kartu fortofolio, dan format gabungan atau modifikasi. Dan pelaporan evaluasi ini ada yang dibuat dengan lengkap mencakup seluruh aspek tujuan/ranah pendidikan, dan ada yang tidak lengkap.

Disusun Oleh

 Desi Selvia Syahzi,S.Pd & Wahyu Nopianto,S.Pd

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s