Olahraga itu Apa?

  1. Pendahuluan

            Pada dasarnya kita semua telah memahami bahwa olahraga merupakan salah satu media yang positif untuk mengembangkan nilai-nilai hidup dan kehidupan, salah satu diantaranya mengembangkan nilai-nilai sosial. Sebab dalam olahraga syarat dengan sejumlah aktivitas yang mencerminkan kehidupan yang sebenarnya, termasuk kehidupan dalam kaitannya dengan nilai-nilai sosial. Olahraga memainkan peranan penting dalam hidup dan kehidupan bermasyarakat. Nilai nilai dalam olahraga sangat ter­kait dengan tradisi budaya masyarakat yang diwariskan secara turun menurun dari satu generasi ke generasi lainya. Karena itu, olahraga merefleksikan nilai-nilai sosial suatu masyarakat.

Olahraga dewasa ini kian meluas dan memiliki makna yang bersifat universal dan unik. Berawal dari sekedar kegiatan fisik yang menyehatkan badan, mengisi waktu luang, dan media eksistensi diri, akhirnya bergeser menjadi kegiatan yang multi kompleks, telah mempengaruhi dan dipengaruhi oleh fenomena-fenomena lain seperti politik, ekonomi, dan sosial budaya. Sebagai sebuah fenomena global sekaligus miniatur kehidupan, olahraga mempengaruhi dan dipengaruhi oleh aspek-aspek kehidupan, seperti aspek ekonomi, politik, sosial, pendidikan, kesehatan, nilai moral, dan Iain-lain. Disebut sebagai miniatur kehi­dupan karena aktivitas olahraga sangat sarat dengan gambaran-gambaran kehidupan yang sebenarnya. Tidak heran jika kian hari kedudukannya kian penting dan menempati tempat tersendiri dalam kehidupan masyarakat.

Aktivitas jasmani atau olahraga yang dilakukan secara teratur bagi manusia bisa menjadikan manusia seutuhnya, disepanjang kehidupan manusia selalu berusaha agar hidup lebih nyaman, lebih mudah, lebih ringan. Dorongan itu menyebabkan budaya olahraga menjadi lebih berkembang dikehidupan masyarakat pada masa sekarang ini. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan manusia seperti berjalan kaki, bersepeda, berolahraga, menulis, bekerja, pergi ke kantor, untuk menunjang kegiatan tersebut diharapkan seseorang mengembangkan faktor-faktor fisik yaitu dengan olahraga. Untuk sangat penting bagi kita untuk berolahraga, selain itu kita harus mengetahui makna olahraga itu sendiri. Baik secara definisi, pembagian, tujuan dan manfaat olahraga, sehingga kita akan selalu melakukan olahraga dengan kesadaran yang tinggi.

  1. Apa itu Olahraga.

            Salah satu pengertian olahraga berasal dari dua suku kata, yaitu Olah dan raga, yang berarti memasak atau memanipulasi raga dengan tujuan membuat raga menjadi matang (Ateng, 1993).  Olahraga adalah aktivitas yang memiliki akar eksistensi ontologism sangat alami, yang dapat diamati sejak bayi dalam kandungan sampai dengan bentuk-bentuk gerakan terlatih. Olahraga juga adalah permainan, senada dengan eksistensi manusiawi sebagai makhluk bermain (homo ludens-nya Huizinga). Olahraga merupakan kegiatan yang sistematis untuk mendorong, membina, mengembangkan potensi jasmani, rohani, dan sosial (Kemenegpora RI, 2010: 3)

            Pengertian menurut International Council of Sport and education yang dikutip oleh Lutan (1992:17) bahwa “Olahraga adalah kegiatan fisik yang mengandung sifat permainan dan berisi perjuangan dengan diri sendiri atau perjuangan dengan orang lain serta konfrontasi dengan unsur alam”. Selanjutnya Engkos Kosasih (1985:4) menyatakan bahwa “Olahraga adalah kegiatan untuk memperkembangkan kekuatan fisik dan jasmani supaya badannya cukup kuat dan tenaganya cukup terlatih, menjadi tangkas untuk melakukan perjuangan hidupnya”. Kemal dan Supandi (1990), mengungkapkan beberapa definisi olahraga ditinjau dari kata asalnya, yaitu:

  • Disport/Disportare, yaitu bergerak dari satu tempat ke tempat lain (menghindarkan diri). Olahraga adalah suatu permulaan dari dan yang menimbulkan keinginan orang untuk menghindarkan diri atau melibatkan diri dalam kesenangan (rekreasi).
  • Field Sport, mula-mula dikenal diInggris abad 18. Kegiatannya dilakukan oleh para bangsawan/aristokrat, terdiri dari dua kegiatan pokok yaitu menmbak dan berburu pada waktu senggang.
  • Desporter, berarti membuang lelah (bahasa Perancis).
  • Sport, sebagai pemuasan atau hobi.
  • Olahraga adalah latihan gerak badan untuk menguatkan badan, seperti berenang, main bola, dsb. Olahraga adalah usaha mengolah, melatih raga/tubuh manusia untuk menjadi sehat dan kuat.

            Olahraga adalah tontonan, yang memiliki akar sejarah yang panjang, sejak jaman Yunani Kuno dengan arete, agon, pentathlon sampai dengan Olympic Games di masa modern, di mana dalam sejarahnya, perang dan damai selalu mengawal peristiwa keolahragaan itu. Olahraga adalah fenomena multidimensi, seperti halnya manusia itu sendiri (Pramono, 2003:1). Crowell (1998: 113) dengan mengeksplorasi secara mendalam feneomena olahraga sebagai tontonan dan permainan, mengungkap sisi-sisi buramnya: brutalitas, agresifitas, dan “merusak kesehatan”. Dalam hal yang terakhir, olahraga disebutnya sebagai alat alamiah untuk “war ondrugs”, olahraga ditampilkan sebagai alternatif pengobatan ketika para praktisi terkemuka menemukan obat-obatan sebagai bagian alami dari gaya hidup atlit olahraga.

            Apabila di jaman Yunani Kuno atlitnya mendemonstrasikan atletik dengan keahlian yang langsung berimplikasi pada keseharian si atlit, di mana nilai-nilai keksatriaan dimunculkan, pada atlit sekarang keberanian sedemikian otonomnya, sehingga yang menampak adalah demonstrasi ketiadaartian kecakapan. Tontonan menawarkan individu-individu yang mengkonsentrasikan seluruh keberadaannya, ke dalam satu permasalahan. Individu-individu tersebut meniru apa yang oleh Nietzsche disebut “inverse cripples” (ketimpangan terbalik), di mana keberadaan manusia “kurang segala sesuatunya kecuali untuk satu hal yang mereka terlalu banyak memilikinya – keberadaan manusia yang adalah tak lain daripada mata besar, mulut besar, perut besar, segalanya serba besar” (Crowell, 1998: 115).

  1. Pembagian olahraga di Indonesia

            Berdasarkan undang-undang sistem keolahragaan No. 25 Tahun 2005, olahraga dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu olahraga pendidikan, olahraga prestasi dan olahraga rekreasi. Olahraga pendidikan diselenggarakan sebagai bagian proses pendidikan, yang dilaksanakan baik pada jalur pendidikan formal maupun nonformal melalui kegiatan intrakurikuler dan/atau ekstrakurikuler. Olahraga pendidikan dimulai pada usia dini, yang dibimbing oleh guru/dosen olahraga dan dapat dibantu oleh tenaga keolahragaan yang disiapkan.  Olahraga rekreasi dilakukan sebagai bagian proses pemulihan kembali kesehatan dan kebugaran. Olahraga rekreasi dapat dilaksanakan oleh setiap orang, satuan pendidikan, lembaga, perkumpulan, atau organisasi olahraga. Olahraga rekreasi bertujuan: a. memperoleh kesehatan, kebugaran jasmani, dan kegembiraan, b. membangun hubungan sosial; dan/atau, c.melestarikan dan meningkatkan kekayaan budaya daerah dan nasional.

             Olahraga prestasi dimaksudkan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan dan potensi olahragawan dalam rangka meningkatkan harkat dan martabat bangsa. Olahraga prestasi dilakukan oleh setiap orang yang memiliki bakat, kemampuan, dan potensi untuk mencapai prestasi, dilaksanakan melalui proses pembinaan dan pengembangan secara terencana, berjenjang, dan berkelanjutan dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan. Untuk memajukan olahraga prestasi, Berdasarkan Rancangan Repelita IV (1983 / 1984 – 1988 / 1989), Olahraga dapat dibagi menjadi beberapa klasifikasi, antara lain berdasarkan:

  1. Berdasarkan cabangnya, Olahraga dapat dibagi menjadi beberapa cabang, antara lain adalah :
  2. Atletik adalah jenis olahraga yang menggunakan tenaga otot dan lebih mengutamakan ketangkasan dan kecepatannya.
  3. Senam adalah cabang olahraga yang mengutamakan gerakan– gerakan badan yang ditunjang dengan ketangkasan, keuletan, kelincahan serta latihan keseimbangan yang dinamis dan kelenturan tubuh..
  4. Permainan adalah cabang olahraga dimana hampir seluruh unsur gerakan tubuh manusia dipergunakan.
  5. Berdasarkan ruang kegiatannya, Olahraga dapat dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain adalah :
  6. Olahraga in – door yaitu dimana cabang olahraga yang dimainkan dapat dilakukan di dalam ruangan saja dan tidak memerlukan tempat yang terbuka. Contohnya : bilyard, tenis meja, bowling, squash, senam, fitness, dan sebagainya.
  7. Olahraga out – door yaitu dimana cabang olahraga yang dimainkan hanya dapat dilakukan diluar ruangan dan membutuhkan tempat yang terbuka. Contohnya : Golf, lari, lompat jauh, voli pantai, sepak bola, pacuan kuda, kasti / softball, dan sebagainya.
  8. Olahraga semi in – door dan out – door yaitu dimana cabang – cabang olahraga yang dimainkan dapat dilakukan didalam ataupun diluar ruangan. Contohnya : bola basket, renang, badminton, voli, dan sebagainya.
  9. Mengapa Harus berolahraga?

            Olahraga pada dasarnya berisi kegiatan yang berorientasi pada gerak, pelaksanaannya tergantung pada kemampuan dan tujuan apa yang hendak dicapai oleh pelakunya, seperti yang dijelaskan oleh Giriwijoyo (1992 : 80): “Melalui aktivitas jasmani akan terjadi perubahan berupa pegaruh positif terhadap kesehatan. Sebaliknya, akibat yang negatif akan diperoleh jika olahraga itu dilakukan dengan cara yang salah”. Melalui perkembangan faktor-faktor fisik dengan kegiatan olahraga secara teratur akan menunjang kehidupan manusia. Mengenai tujuan olahraga Soudan dan Everett melakukan penelitian terhadap mahasiswa yang dikutip oleh Arma Abdulah (1994 : 23) adalah sebagai berikut:

  1. Memelihara kesehatan dan kondisi jasmani yang baik
  2. Memperoleh kesenangan dan kegembiraan
  3. Memperoleh kepercayaan diri
  4. Memperoleh latihan secara teratur
  5. Membentuk kebiasan menggunakan waktu untuk aktivitas yang
  6. menyenangkan
  7. Mencegah, mengetahui, dan mengoreksi kelemahan dan cacat jasmani

            Selanjutnya Deprtemen pendidikan dan kebudayaan (1984/1985: 47) sebagai berikut:

  1. Untuk mencari kesenangan (rekreasi)
  2. Untuk mengisi waktu luang
  3. Untuk kesehatan tubuh
  4. Untuk physical fitnees
  5. Untuk penyembuhan / pengobatan
  6. Untuk pembentukan tubuh / sikapg. Untuk mencapai prestasi
  7. Untuk prestise
  8. Untuk mencari nafkah
  9. Sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan

      Olahraga bukanlah hal yang baru bagi manusia di era kontemporer seperti sekarang ini. Aktivitas fisik yang bertujuan untuk menjaga kebugaran dan kesehatan sudah dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai sarana olall’agapun diciptakan untuk mendukung gaya hidup tersebut, mulai dari munculnya pusat-pusat kebugaran (fitness centers) hingga inovasi teknologi baru yang ditawarkan melalui iklan-iklan di media elektronik. Hal tersebut rnenjadi salah satu bukti bahwa olahraga bukan hanya satu hal yang penting, namun juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari gaya hidup manusia saat ini. Menurut Slamet (2006), Manfaat kegiatan olahraga terhadap sosial antara lain:

  1. Membina kerja sama. Olahraga bukan semata-mata kegiatan individu, tetapi juga kegiatan yang dapat dilakukan secara bersama-sama seperti halnya kegiatan senam, sepak bola, bola voli, dan sebagai.
  2. Belajar bergaul. Tidak setiap orang dapat bergaul dengan orang lain. Melalui kegiatan olahraga secara bersama-sama atau melibatkan orang banyak tidak menutup kemungkinan seseorang akan bergaul dengan orang lain.
  3. Meningkatkan saling pengertian dan hubungan emosional yang lebih baik.
  4. Kesimpulan

            Olahraga telah didefinisikan sebagai aktivitas yang melibatkan unsur sebagai berikut : (1). keterampilan fisik, (2) kompetensi institusional, dan (3) kombinasi antara motivasi instrinsik dan ekstrinsik pada setiap pelaku olahraga. Selain itu juga hal lain yang perlu dicermati adalah sisi lain dari olahraga sebagai wahana bermain, rekreasi, kontes, dan tontonan. Nilai-nilai dalam olahraga menjadi sebuah refleksi dari nilai-nilai masyarakat yang mana olahraga dapat mengajari nilai-nilai tersebut bagi para pelakunya atau para partisipannya. Olahraga memainkan peranan dalam kehidupan bermasyarakat, tetapi dalam pengajarannya tidak perlu harus selalu guru atau pelatih yang menyampaikannya.

Giriwijoyo (1992 : 80): “Melalui aktivitas jasmani akan terjadi perubahan berupa pegaruh positif terhadap kesehatan. Sebaliknya, akibat yang negatif akan diperoleh jika olahraga itu dilakukan dengan cara yang salah”.  Sehingga dalam melakukan aktifitas olahraga seseorang harus mengetahui olahraga apa yang akan diikutinya, tujuan dan manfaat yang ingin didapatkan. Olahraga bukanlah hal yang baru bagi manusia di era kontemporer seperti sekarang ini.

            Aktivitas fisik yang bertujuan untuk menjaga kebugaran dan kesehatan sudah dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut rnenjadi salah satu bukti bahwa olahraga bukan hanya satu hal yang penting, namun juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari gaya hidup manusia saat ini. Aktivitas jasmani atau olahraga yang dilakukan secara teratur bagi manusia bisa menjadikan manusia seutuhnya, disepanjang kehidupan manusia selalu berusaha agar hidup lebih nyaman, lebih mudah, lebih ringan. Dorongan itu menyebabkan budaya olahraga menjadi lebih berkembang dikehidupan masyarakat pada masa sekarang ini. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan manusia seperti berjalan kaki, bersepeda, berolahraga, menulis, bekerja, pergi ke kantor, untuk menunjang kegiatan tersebut diharapkan seseorang mengembangkan faktor-faktor fisik yaitu dengan olahraga.

            Olahraga memainkan peranan yang sangat berarti dalam kehidupan budaya dari seluruh masyarakat dan benar-benar telah memberikan peranan yang berarti tidak hanya bagi masyarakat moderen, tetapi juga bagi masyarakat primitif. Jutaan manusia dewasa ini sering terlibat dalam kegiatan olahraga kompetitif atau kegiatan olahraga lainnya. Hanya terbilang sedikit masyarakat yang terjun kedunia olahraga professional. Olahraga Selain mengembangkan faktor fisik, olahraga juga mengembangkan faktor social, rohani, kompetisi dan organisasi.

.6. Daftar Pustaka

Ateng, Abdulkadir.1993, Pendidikan Olahraga. Jakarta : IKIP Jakarta

Arma Abdulah. 1994. Dasar-dasar pendidikan Jasmani. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Crowell, S.G., 1998, Sport as Spectacle and as Play: Nietzscheian Reflections, dalam International Studies in Philosophy.

Doty, Joseph. (2006). “Sports Build Charactef’, Jowrnal of College & Character. Volume VII,No. 3, April 2006

Giriwijoyo (1992 : 80), Manusia dan Olahraga. Bandung

Kemal dan Supandi (1990), Sosiologi Olahraga. FPOK IKIP Bandung

Kemenpora RI. (2010)- Undang-undang RI Nomor 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional. Jakarta: Biro Humas dan Hukum Kemenpora RI.

Kosasih, Engkos. (1983). Olahraga Teknik & Program Latihan. Jakarta: Akademika Pressindo.

Lutan, Rusli dan Sumardianto. (2000). Filsafat Olahraga. Jakafia: Depdiknas.

Pramono, Made., 2003. DASAR-DASAR FILOSOFIS ILMU OLAHRAGA (Suatu Pengantar). Jurnal Filsafat, Agustus 2003, Jilid 34, Nomor 2. UNESA : Surabaya.

Slamet., Suherman. 2006. Modul Bermain. UPI : Bandung

2 thoughts on “Olahraga itu Apa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s